Membangun sebuah blog sendiri sebenarnya tidak harus menggunakan WordPress atau platform CMS siap pakai.
Kalau kamu seorang developer Laravel, membuat blog sendiri justru bisa menjadi proyek yang menarik untuk melatih kemampuan backend, database, authentication, CRUD, sampai pengelolaan konten.
Di artikel ini saya akan membagikan bagaimana konsep membangun sebuah blog menggunakan Laravel dan Filament, mulai dari perencanaan struktur aplikasi sampai blog siap digunakan untuk menerbitkan artikel.
Artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman membangun blog sendiri menggunakan Laravel dan Filament.
Kenapa Membuat Blog Sendiri?
Sebelum masuk ke teknis, mungkin muncul pertanyaan:
“Kenapa tidak menggunakan WordPress saja?”
Jawabannya sederhana: belajar.
Ketika menggunakan CMS siap pakai, banyak hal sudah disediakan untuk kita. Kita tinggal memilih tema, memasang plugin, lalu menulis artikel.
Namun ketika membangun sendiri, kita bisa memahami bagaimana sebuah aplikasi bekerja dari balik layar.
Misalnya:
Bagaimana artikel disimpan di database?
Bagaimana sistem kategori bekerja?
Bagaimana URL artikel dibuat?
Bagaimana admin mengelola artikel?
Bagaimana gambar artikel disimpan?
Bagaimana artikel ditampilkan kepada pengunjung?
Bagaimana membuat halaman yang SEO-friendly?
Bagi seorang developer Laravel, blog bisa menjadi proyek yang cukup ideal karena fiturnya sederhana tetapi dapat dikembangkan menjadi sangat kompleks.
Robert Brown December 9, 2021
Nam dui mauris, congue vel nisi in, tempus gravida enim. Nulla et tristique orci. Pellentesque lectus sapien, maximus id gravida sit amet, tristique non eros. Etiam aliquet, sem vitae sagittis convallis, ante sapien tincidunt nisl, eget dapibus tortor velit quis ex.
Ryan Berg December 9, 2021
Proin et condimentum est, sed pretium ex. Mauris posuere est metus, vitae commodo sem posuere eget.